Telaga Cebong Sembungan

Telaga cebong yang membujur dari arah selatan ke utara dengan luas 10 ha menampung air dari bukit – bukit sekitarnya.
lokasinya di kaki gunung pakuwojo yang artinya “paku baja” karena puncaknya kelihatan mirip paku. Di sekitarnya terdapat kawah besar yang di apit dua cekungan lubang yang dalam, sejak lama keduanya disebut(jawa=tlaga wurung)artinya telaga tak jadi,hanya kadang air hujan kelihatan menggenangi dan selebihnya tak berair.
bagaimana cerita dongengnya/ dahulu ada dua bersaudara bersaing membuat telaga, saudara tua membuat telaga di atas puncak gunung pakuwojo jadilah dua telaga dikanan/kiri kawah,lebar dan dalam serta airnya melimpah.

sedang adiknya membuat telaga di kaki gunung itu setelah jadi tlaga itu tak berair, ia sedih apalagi kakanya sukses membnuat telaga di pakuwojo. kemudian adiknya timbul akal dan melakukan hal yangtidak terpuji dengan menggali lubang terowongan yang menembus ke arah puncak pakuwojo sampai di kedua telaga buatan kakaknya, karena lokasi telaganya berada di atas jadi air langsung
mengalir kebawah dan menggenangi telaga buatanya, jadilah telaga cebong. Sedangkan kedua tlaga yang dipuncak karena airnya tersedot kebawah jadilah kering dan tak berair selanjutnya di sebut “tlogo wurung”.

Disebut cebong ( anak katak) dongengnya mengatakan bahwa dahulu kala pernah terlihat cebong yang sebesar nyiru/tampah! juga bentuk telaga mirip cebong. tepian telaga di tumbuhi rumput wlingi dan rumput/tumbuhan lainya,tumbuh liar hingga menjorok ke telaga serta lumpur kala hujan hingga terjadi sedimentasi (pendangkalan telaga) dan apabila tak di jaga kelestarian lingkungan dapat berakibat kerusakan alam. pernah terjadi isu, sampai dimana kebenaranya?bahwa beberapa penduduk pernah melihat di permukaan air telaga cebong terlihat bergelombang bagai ikan besar berenang kemudian dari mulut kemulut tersebar luas sihingga banyak orang berkunjung untuk menyaksikanya, terjadi pada tahun 1987.